MANAJEMEN PROYEK

DIAMOND - Manajemen Proyek

“Untuk menjamin keberhasilan implementasi IT, anda harus memiliki orientasi yang jelas dan memiliki wawasan yang luas. Proses DIAMOND kami memberikan para konsultan kami tools untuk dapat melakukan pekerjaan dengan benar dan baik, dari mulai bidang usaha dan kasus bisnis untuk dijadikan pelatihan, support dan selebihnya.” – Philippe Chauvin, CM, Columbus IT France.
 
 

Jika anda mempertimbangkan sistim manajemen bisnis yang baru, anda mungkin akan perhatian terhadap waktu yang akan dihabiskan untuk mengimplementasikannya. Banyak sekali cerita cerita horor tentang implementasi yang melebihi anggaran dan tidak memenuhi kebutuhan bisnis mereka.

 

Columbus IT menggunakan tool standar dan penggunaan yang praktis untuk memastikan apakah proyek anda dapat disampaikan secepat mungkin, untuk persyaratan yang segera disetujui, dan sesuai dengan budget. Metodologi implementasi yang kami miliki, DIAMOND, menggunakan metode manajemen proyek yang keras, sehingga anda dapat  melihat kemajuan dari proyek anda dalam setiap langkah. Dengan manajemen proyek yang tepat, kami senantiasa memberikan informasi terkini yang lengkap, risiko, anggaran yang telah terpakai, dan kritikal dari sistem metrik lainnya dari implementasi anda yang berlangsung terus-menerus. DIAMOND termasuk kejernihan dan komunikasi yang ringkas menggunakan definisi paket yang umum dan standarisasi tool pelaporan. Dengan demikian dapat mempromosikan kesuksesannya melalui :

  • Transparency – Aktivitas dan jadwal sehingga anda dapat memantau apa yang terjadi dalam implementasi proyek.
  • Information – Komunikasi, laporan, dan pertemuan pertemuan reguler
  • Cooperation – Pengawasan dan pendelegasian tanggung-jawab
  • Setting and meeting requirements – Persetujuan, dokumentasi dan spesifikasi pelanggan

DIAMOND dan manajemen proyek

Manajemen proyek meliputi semua tahap, aktivitas dan tugas yang diperlukan melalui siklus implementasi. Tugas-tugas yang kami implementasikan kepada anda meliputi :

  • Planning - Penjadwalan dan prioritas bekerja dengan menggambarkan perencanaan termasuk estimasi dan alokasi dan sumber penghasilan.
  • Risk Management – Analisa dan monitoring resiko untuk mengurangi imbasnya dari keadaan yang tak terduga sebaliknya .
  • Issue Management – Manajemen yang tepatguna dan pengawasan dari setiap  masalah proyek.
  • Status Reporting – Koordinasi komunikasi diantara anda, tim proyek, dan para supplier sebagai pihak ketiga.
  • Project Administration - Administrasi proyek yang menggunakan tools proyek manajemen.
  • Project Change Management  - Evaluasi, penjadwalan dan pengaturan untuk setiap perubahan order yang muncul.

Mengapa DIAMOND berhasil

DIAMOND menjamin kwalitas melalui proses secara keseluruhan, karena kami memiliki pengawasan rutin yang telah didirikan. Melalui kesetiaan hingga ukuran, pengujian, pengawasan terhadap implementasi, dan pengaturan, kami menjamin kwalitas dan pengiriman dari solusi yang paling memungkinkan dan implementasi untuk perusahaan anda.

DIAMOND menjamin manajemen proyek dari mulai hari pertama proyek hingga saat terakhir, karena metode dari DIAMOND berisi sejumlah dari manajemen proyek dan tim elemen. Sebagai hasilnya, proyek anda akan berlangsung berdasarkan pada ketepatan, rencana yang dijadwalkan dengan aktivitas dan pendelegasian setiap peran dan tanggung-jawab.

DIAMOND menjamin komunikasi dan informasi, melalui manajemen proyek yang akurat teliti terus, laporan yang up-to-date baik secara tertulis maupun lisan, dan melalui standar alat komunikasi.

DIAMOND memberi anda kesempatan untuk terlibat penuh dalam implementasi proyek pada setiap tahap, sehingga anda dapat selalu membuat keputusan dan informasi yang baik dan benar.

Langkah selanjutnya

  • Temukan bagaimana  keahlian industri kami memberikan benefit untuk perusahaan anda pada file berikut industry expertise 
  • Temukan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan anda dan bagimana Columbus memenuhinya pada situs berikut business needs
  • Pelajari bagaimana DIAMOND memungkinkan perusahaan anda untuk meraih award dan prestasi pada situs berikut ini the awards and achievements

 

Konsep Manajemen Proyek

Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,
masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan
penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan
dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (
a people management
capability maturity model
/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan
organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan
melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi,
pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.
3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama
antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem
maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :
1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah
satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.
2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang.
3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau
kedudukannya masing-masing.
4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan
(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.
5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk
membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.
6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan
dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi
keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang
organisasi.
Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :
1. tujuan organisasi yang jelas
2. tugas yang dilakukan harus jelas
3. pembagian tugas yang adil
4. penempatan posisi yang tepat
5. adanya koordinasi dan integrasi
Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan
manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat
menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas
(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya
bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.
1. Manajemen tingkat bawah (operasional)
- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila
diterapkan dengan benar.
- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas
sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol
inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.
- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat
tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan
pengguna
on-line
terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi
real-time
2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)
- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan
mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa
dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan
meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk
meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan
produktivitas.
- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan
membutuhkan sangat besar informasi
real- time
agar dapat melakukan
pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai
standar.
3. Manajemen tingkat atas (strategik)
- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing
manajer operasional dan manajer tingkat menengah.
- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak
pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya
adalah pengarahan dan perencanaan.
- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi
menjalankan tugas dan tujuan organisasi.
- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-
perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui
peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi
perusahaan-perusahaan pesaing)